Per 21 Oktober 2007, blog Michael PINDAH ke http://michael.sunggiardi.com.
Di tempat yang baru, semua informasi Michael dimasukan kesana.
So .... sampai ketemu di "rumah" baru.
Bogor, 2 Oktober 2007
Friday, October 26, 2007
Monday, October 22, 2007
Pindahan ........
Banyak yang complain tentang situs ini, katanya lemot sekali diakses dari jauh, sehingga seharian hari Minggu kemarin (21 Oktober 2007) saya eksperimen untuk install Joomla atau WordPress.
Akhirnya, saya condong menggunakan WordPress saja, karena selain lebih kecil programnya, dalam beberapa kondisi sepertinya WordPress lebih fleksibel.
Saya instal dua WordPress sekaligus, yang satu di server sendiri http://michael.sunggiardi.com/ dan satu lagi yang di server-nya WordPress di http://mikesgd.wordpress.com/.
Keduanya berisi data yang sama, dan rencananya, yang IP address akan dikasih sub domain dan sekaligus nanti diisi segala macam informasi yang lebih banyak.
Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal mewujudkan impian yang sudah lama sekali, membangun situs yang berisi ilmu pengetahuan yang berbasis praktis dan tidak berbau politis.
Bogor, 22 Oktober 2007
Akhirnya, saya condong menggunakan WordPress saja, karena selain lebih kecil programnya, dalam beberapa kondisi sepertinya WordPress lebih fleksibel.
Saya instal dua WordPress sekaligus, yang satu di server sendiri http://michael.sunggiardi.com/ dan satu lagi yang di server-nya WordPress di http://mikesgd.wordpress.com/.
Keduanya berisi data yang sama, dan rencananya, yang IP address akan dikasih sub domain dan sekaligus nanti diisi segala macam informasi yang lebih banyak.
Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal mewujudkan impian yang sudah lama sekali, membangun situs yang berisi ilmu pengetahuan yang berbasis praktis dan tidak berbau politis.
Bogor, 22 Oktober 2007
Saturday, October 20, 2007
IDKF - Lumbung Informasi Komputer dan Teknologi
Mungkin aneh juga nge-denger IDKF, satu yayasan yang dibuat oleh Wak Haji Onno Purbo, singkatan dari Indonesian Digital Knowledge Foundation.
Intinya, yayasan yang entah sudah dibikin atau belum legalitasnya itu, mau bagi-bagi ilmu ke seluruh masyarakat Indonesia, karena sejak tahun 1999 saya dan Wak Haji ber-siar ke seluruh Indonesia, memperkenalkan teknologi warnet, Linux, wireless LAN, VoIP, RT-RW-Net dan terakhir tentang keamanan jaringan komputer.
Di sekitar tahun 1999, dibuatlah satu situs, yaitu http://www.bogor.net/idkf/ yang isinya PPT, DOC dan informasi tentang teknologi komputer.
Semua info, di jebloskan ke situs itu, seperti kakus saja layaknya, yang penting dapat di sharing dan di download oleh banyak orang.
Sebetulnya, sejak awal saya maunya membuat suatu situs yang interaktif, berisi informasi tentang DOC atau PPT-nya, sehingga orang tidak bingung membaca direktori yang nggak keruan banyaknya.
Hanya saja, sampai hari ini, belum kesampean itu idenya, dan situs lainnya sudah mewujudkan impian ini, seperti ilmukomputer-nya Romi Satria Wahono di tahun 2003-an.
Dan pada waktu yang sama IDKF tetap terbengkalai terus, belum sempat di perdalam pemikirannya.
Dengan teknologi baru saat ini, yaitu berkembangnya program-program sejenis CMS, sebetulnya bisa lebih jalan yah ide tersebut, tetapi persoalannya adalah keterbatasan waktu dan orang, sehingga terpaksa di pinggirkan dulu deh.
Mudah-mudahan dengan sudah jalan-nya bisnis yang saya rintis, saya bisa punya waktu lagi untuk sharing knowledge ke komunitas, dan bisa bermanfaat untuk generasi muda.
Bogor, 20 Oktober 2007
Intinya, yayasan yang entah sudah dibikin atau belum legalitasnya itu, mau bagi-bagi ilmu ke seluruh masyarakat Indonesia, karena sejak tahun 1999 saya dan Wak Haji ber-siar ke seluruh Indonesia, memperkenalkan teknologi warnet, Linux, wireless LAN, VoIP, RT-RW-Net dan terakhir tentang keamanan jaringan komputer.
Di sekitar tahun 1999, dibuatlah satu situs, yaitu http://www.bogor.net/idkf/ yang isinya PPT, DOC dan informasi tentang teknologi komputer.
Semua info, di jebloskan ke situs itu, seperti kakus saja layaknya, yang penting dapat di sharing dan di download oleh banyak orang.
Sebetulnya, sejak awal saya maunya membuat suatu situs yang interaktif, berisi informasi tentang DOC atau PPT-nya, sehingga orang tidak bingung membaca direktori yang nggak keruan banyaknya.
Hanya saja, sampai hari ini, belum kesampean itu idenya, dan situs lainnya sudah mewujudkan impian ini, seperti ilmukomputer-nya Romi Satria Wahono di tahun 2003-an.
Dan pada waktu yang sama IDKF tetap terbengkalai terus, belum sempat di perdalam pemikirannya.
Dengan teknologi baru saat ini, yaitu berkembangnya program-program sejenis CMS, sebetulnya bisa lebih jalan yah ide tersebut, tetapi persoalannya adalah keterbatasan waktu dan orang, sehingga terpaksa di pinggirkan dulu deh.
Mudah-mudahan dengan sudah jalan-nya bisnis yang saya rintis, saya bisa punya waktu lagi untuk sharing knowledge ke komunitas, dan bisa bermanfaat untuk generasi muda.
Bogor, 20 Oktober 2007
Hari-hari Setelah Lebaran 1428H
Satu minggu ini, sejak dari 14 sampai 20 Oktober 2007, saya beberapa kali ke Jakarta untuk meeting dan ketemu beberapa orang, walaupun dalam suasana masih ber-Lebaran.
Enak bener suasana jalan-nya, biasanya saya ke kantor paling cepat 90 menit, sekarang bisa 60 menit, dan dari Mangga Dua Square ke Kelapa Gading, biasanya 60 menit, sekarang cuma 20 menit - asli ... enak betul ! Serasa berada di sorga !!
My Bro, Budiman ada di Jakarta, jadi selama ini saya temani dia lihat-lihat DVD bajakan, terus beli raket dan jalan-jalan di Jakarta yang langeng tersebut.
Saya kenal Bro Budiman tahun 1996-an, pada saat saya ke Comdex untuk lihat pameran dan Budiman sedang menjaga stand perusahaan Taiwan.
Karena badge saya Indonesia, dia langsung tanya dan kita ngobrol santai dan berakhir dengan bisnis memasukan modem US Robotic dari Amerika.
Pada saat itu, tidak banyak yang jual modem US Robotic dan saya masukan modem yang hanya 14.400 bps itu seminggu sekitar 20 buah, sehingga lumayan besar juga bisnisnya.
Sayang hanya sekitar satu tahunan masa kejayaannya, karena begitu banyak yang pakai, banyak juga yang jualan dan masukan ke Indonesia.
Selama liburan Lebaran ini, saya ngobrol-ngobrol memikirkan peluang bisnis baru untuk masa depan, karena sepertinya kita harus membuat terobosan supaya bisa survive.
Bro Budiman bawa iPHONE juga dari Amerika, dan dalam dua jam, langsung di "hack" oleh xnuxer dan berhasil dengan sempurna, sehingga sekarang iPHONE bisa dipakai ke GSM Indonesia.
Sepertinya, Apple akan nyumpah serapah dengan semua teknologi yang dia sembunyikan ini, karena kalau kita lihat punya waktu lihat di web, banyak bener cara untuk meng-"hack" iPHONE ini.
Bogor, 20 Oktober 2007
Enak bener suasana jalan-nya, biasanya saya ke kantor paling cepat 90 menit, sekarang bisa 60 menit, dan dari Mangga Dua Square ke Kelapa Gading, biasanya 60 menit, sekarang cuma 20 menit - asli ... enak betul ! Serasa berada di sorga !!
My Bro, Budiman ada di Jakarta, jadi selama ini saya temani dia lihat-lihat DVD bajakan, terus beli raket dan jalan-jalan di Jakarta yang langeng tersebut.
Saya kenal Bro Budiman tahun 1996-an, pada saat saya ke Comdex untuk lihat pameran dan Budiman sedang menjaga stand perusahaan Taiwan.
Karena badge saya Indonesia, dia langsung tanya dan kita ngobrol santai dan berakhir dengan bisnis memasukan modem US Robotic dari Amerika.
Pada saat itu, tidak banyak yang jual modem US Robotic dan saya masukan modem yang hanya 14.400 bps itu seminggu sekitar 20 buah, sehingga lumayan besar juga bisnisnya.
Sayang hanya sekitar satu tahunan masa kejayaannya, karena begitu banyak yang pakai, banyak juga yang jualan dan masukan ke Indonesia.
Selama liburan Lebaran ini, saya ngobrol-ngobrol memikirkan peluang bisnis baru untuk masa depan, karena sepertinya kita harus membuat terobosan supaya bisa survive.
Bro Budiman bawa iPHONE juga dari Amerika, dan dalam dua jam, langsung di "hack" oleh xnuxer dan berhasil dengan sempurna, sehingga sekarang iPHONE bisa dipakai ke GSM Indonesia.
Sepertinya, Apple akan nyumpah serapah dengan semua teknologi yang dia sembunyikan ini, karena kalau kita lihat punya waktu lihat di web, banyak bener cara untuk meng-"hack" iPHONE ini.
Bogor, 20 Oktober 2007
Sunday, October 14, 2007
Posting Rental Komputer Pertama
Saya iseng posting di milis, tanya siapa yang pertama kali berbisnis rental komputer di Indonesia (sebelum 1984), karena sebelum jamannya warnet, usaha rental komputer itu menjamur dimana-mana, terutama di daerah kampus.
Di Bogor, yang banyak rental komputernya di daerah Darmaga dan di belakang Internusa, dengan biaya yang sudah sangat terjangkau, mulai dari Rp 500,- per jam-nya.
Sampai hari ketiga, belum ada yang me-respon membuka usaha rental komputer di tahun 1984, dan respons yang ada kebanyakan membuka memori lama, sampai akhirnya saya ketemu lagi dengan "orang-orang lama" di japri atau di milis.
Kebiasaan "ngecer" atau "ngeteng" ini merupakan perwujudan dari ketidak mampuan bangsa Indonesia untuk melakukan sesuatu secara utuh, beli rokok "ngeteng", pakai komputer "ngeteng", bayar pulsa telepon "ngeteng", demikian dengan akses Internet yang "ngeteng" melalui warnet.
Dengan pola "ngeteng" ini pula, banyak pengusaha yang dapat sukses, misalnya perusahaan telekomunikasi, pemakaian kartu prabayar konon lebih besar dibanding paska bayar, karena dengan "ngeteng", kita mengeluarkan uang sedikit-sedikit, walaupun akhirnya mungkin sama atau lebih besar dari yang paska bayar.
Perusahaan rokok juga banyak mendapat keuntungan dari kebiasaan "ngeteng" ini, terutama membuat komunitas warung-warung di pinggir jalan, yang akhirnya meningkatkan ekonomi kerakyatan. Sewaktu saya di Sudan, banyak pedagang rokok di pinggir jalan, tetapi mereka menjual rokok berdasarkan bungkus, minimal 5 batang satu bungkus, dan tidak ada yang jual "ngecer" satu batang (silakan lihat dokumentasi saya di Sudan di tahun 2003 --> http://www.sunggiardi.com/michael/sudan/page-07.htm).
Berbeda dengan orang Amerika yang punya dasar selalu mau kredit, orang Indonesia selalu mau membagi sesuatu menjadi bagian yang paling kecil, sehingga harganya murah dan terjangkau. Akibatnya, bisnis di Indonesia kebanyakan "nyari murah" tanpa memikirkan yang lain.
Segi positif dan negatif dari kebiasaan "ngeteng" ini mestinya dicari jalan kelur, karena dengan pola kebiasaan yang sudah tertanam beberapa generasi ini, sepertinya kita dapat membuat satu solusi win-win buat mereka semua.
Rental komputer, warnet, RT-RW-Net merupakan solusi "cespleng" di bidang teknologi informasi, dan kita tunggu lagi solusi "ngeteng" lainnya yang sesuai dengan kebiasaan bangsa Indonesia.
Bogor, 14 Oktober 2007
Di Bogor, yang banyak rental komputernya di daerah Darmaga dan di belakang Internusa, dengan biaya yang sudah sangat terjangkau, mulai dari Rp 500,- per jam-nya.
Sampai hari ketiga, belum ada yang me-respon membuka usaha rental komputer di tahun 1984, dan respons yang ada kebanyakan membuka memori lama, sampai akhirnya saya ketemu lagi dengan "orang-orang lama" di japri atau di milis.
Kebiasaan "ngecer" atau "ngeteng" ini merupakan perwujudan dari ketidak mampuan bangsa Indonesia untuk melakukan sesuatu secara utuh, beli rokok "ngeteng", pakai komputer "ngeteng", bayar pulsa telepon "ngeteng", demikian dengan akses Internet yang "ngeteng" melalui warnet.
Dengan pola "ngeteng" ini pula, banyak pengusaha yang dapat sukses, misalnya perusahaan telekomunikasi, pemakaian kartu prabayar konon lebih besar dibanding paska bayar, karena dengan "ngeteng", kita mengeluarkan uang sedikit-sedikit, walaupun akhirnya mungkin sama atau lebih besar dari yang paska bayar.
Perusahaan rokok juga banyak mendapat keuntungan dari kebiasaan "ngeteng" ini, terutama membuat komunitas warung-warung di pinggir jalan, yang akhirnya meningkatkan ekonomi kerakyatan. Sewaktu saya di Sudan, banyak pedagang rokok di pinggir jalan, tetapi mereka menjual rokok berdasarkan bungkus, minimal 5 batang satu bungkus, dan tidak ada yang jual "ngecer" satu batang (silakan lihat dokumentasi saya di Sudan di tahun 2003 --> http://www.sunggiardi.com/michael/sudan/page-07.htm).
Berbeda dengan orang Amerika yang punya dasar selalu mau kredit, orang Indonesia selalu mau membagi sesuatu menjadi bagian yang paling kecil, sehingga harganya murah dan terjangkau. Akibatnya, bisnis di Indonesia kebanyakan "nyari murah" tanpa memikirkan yang lain.
Segi positif dan negatif dari kebiasaan "ngeteng" ini mestinya dicari jalan kelur, karena dengan pola kebiasaan yang sudah tertanam beberapa generasi ini, sepertinya kita dapat membuat satu solusi win-win buat mereka semua.
Rental komputer, warnet, RT-RW-Net merupakan solusi "cespleng" di bidang teknologi informasi, dan kita tunggu lagi solusi "ngeteng" lainnya yang sesuai dengan kebiasaan bangsa Indonesia.
Bogor, 14 Oktober 2007
Friday, October 12, 2007
Buletin Komputer 1987
Hari liburan Lebaran 2007 ini saya berkesempatan untuk bongkar-bongkar barang lama, dan secara tidak sengaja ketemu satu buku berbentuk buletin, yang saya buat tahun 1987 untuk Klub Komputer Batutulis yang berdomisili di Bogor.
Klub Komputer Batutulis dimulai tahun 1986 (lihat buletinnya sudah Volume II, atau tahun kedua), dan merupakan sarana yang diberikan ke warga Bogor untuk dapat mengejar teknologi komputer, karena kebetulan di Jakarta, saya bersama dengan Kosasih Iskandarsyah, almarhum Aldi Jenie, Yusuf Supardi dan beberapa kawan yang saya lupa namanya, membentuk klub komputer juga yang diberi nama Pangkalan PISI.

Selain membentuk Klub Komputer berbasis IBM PC yang mungkin pertama di Indonesia, pada tahun 1984, saya juga membuka rental komputer pertama di Bogor (atau di Indonesia ?), dimana saya menyediakan tiga komputer di rumah paman saya di Jl Gunung Gede (sekarang Jl. Raya Pajajaran) untuk disewakan dengan biaya Rp 10.000,- per jam, termasuk dipersilakan untuk mencetak di printer daisy wheel dengan program WordStar.
Sepertinya, ini adalah cikal bakal warung Internet yang sekarang sudah mewabah dimana-mana, dan dibuat juga pertama kali oleh saya tahun 1996, di restoran yang berada di tengah Kebun Raya Bogor, yang kebetulan juga adalah kantor pertama dari ISP BoNet di tahun 1995.
Coba deh di konfirmasi keberadaan rental komputer ini, apakah ada rekan-rekan di kota lain yang sudah membangun rentalnya di sekitar tahun 1984.
Bogor, 12 Oktober 2007
Klub Komputer Batutulis dimulai tahun 1986 (lihat buletinnya sudah Volume II, atau tahun kedua), dan merupakan sarana yang diberikan ke warga Bogor untuk dapat mengejar teknologi komputer, karena kebetulan di Jakarta, saya bersama dengan Kosasih Iskandarsyah, almarhum Aldi Jenie, Yusuf Supardi dan beberapa kawan yang saya lupa namanya, membentuk klub komputer juga yang diberi nama Pangkalan PISI.
Buletin yang dibuat dengan menggunakan program WordStar dan diketik dengan menggunakan printer daisy wheel merk Seikosha digabung dengan printer dot matrix dan illustrasi manual
Selain membentuk Klub Komputer berbasis IBM PC yang mungkin pertama di Indonesia, pada tahun 1984, saya juga membuka rental komputer pertama di Bogor (atau di Indonesia ?), dimana saya menyediakan tiga komputer di rumah paman saya di Jl Gunung Gede (sekarang Jl. Raya Pajajaran) untuk disewakan dengan biaya Rp 10.000,- per jam, termasuk dipersilakan untuk mencetak di printer daisy wheel dengan program WordStar.
Sepertinya, ini adalah cikal bakal warung Internet yang sekarang sudah mewabah dimana-mana, dan dibuat juga pertama kali oleh saya tahun 1996, di restoran yang berada di tengah Kebun Raya Bogor, yang kebetulan juga adalah kantor pertama dari ISP BoNet di tahun 1995.
Coba deh di konfirmasi keberadaan rental komputer ini, apakah ada rekan-rekan di kota lain yang sudah membangun rentalnya di sekitar tahun 1984.
Bogor, 12 Oktober 2007
Thursday, October 11, 2007
Hari-hari Tanpa Kegiatan
Liburan Lebaran 2007 seperti biasanya merupakan hari-hari yang menyulitkan, karena kalau kita mau kemana-mana, dimana-mana macet, sedang kalau mau pergi keluar rumah, tidak ada yang nunggu rumah.
Jadilah, jadwalnya adalah tidur dan tidur terus .... sambil sekali-sekali di depan komputer untuk melakukan sesuatu pekerjaan atau sekedar membalas e-mail.
Lebaran yang merupakan pesta rakyat Indonesia merupakan tradisi yang secara tidak langsung menggiatkan ekonomi kita, karena selama, sebelum dan sesudah Lebaran, perputaran uangnya sangat besar sekali, sampai harga-harga makanan dan keperluan sehari-hari meningkat terus.
Di setiap Lebaran, saya juga melakukan "pemikiran kembali", karena pada saat itulah saya tidak punya kegiatan diluar yang signifikan, sehingga dapat meluangkan waktu untuk introspeksi diri, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, maupun mulai belajar sesuatu yang baru lagi.
7 x 24 jam waktu yang tersedia, sementara biasanya, saya hanya punya waktu sekitar 5 jam untuk istirahat dan hampir nol menit untuk introspeksi diri, kecuali dalam keadaan kepepet untuk mengambil keputusan.
Jadi bagus juga, kita diberi kesempatan untuk menarik napas dan berpikir untuk ke depan dengan lebih baik lagi.
Bogor, 11 Oktober 2007
Jadilah, jadwalnya adalah tidur dan tidur terus .... sambil sekali-sekali di depan komputer untuk melakukan sesuatu pekerjaan atau sekedar membalas e-mail.
Lebaran yang merupakan pesta rakyat Indonesia merupakan tradisi yang secara tidak langsung menggiatkan ekonomi kita, karena selama, sebelum dan sesudah Lebaran, perputaran uangnya sangat besar sekali, sampai harga-harga makanan dan keperluan sehari-hari meningkat terus.
Di setiap Lebaran, saya juga melakukan "pemikiran kembali", karena pada saat itulah saya tidak punya kegiatan diluar yang signifikan, sehingga dapat meluangkan waktu untuk introspeksi diri, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, maupun mulai belajar sesuatu yang baru lagi.
7 x 24 jam waktu yang tersedia, sementara biasanya, saya hanya punya waktu sekitar 5 jam untuk istirahat dan hampir nol menit untuk introspeksi diri, kecuali dalam keadaan kepepet untuk mengambil keputusan.
Jadi bagus juga, kita diberi kesempatan untuk menarik napas dan berpikir untuk ke depan dengan lebih baik lagi.
Bogor, 11 Oktober 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
